Fokus utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan yang benar-benar bebas nyamuk melalui manajemen kebersihan air dan saluran drainase. Nyamuk Aedes aegypti maupun jenis lainnya sangat menyukai genangan air yang tenang sebagai tempat berkembang biak. Oleh karena itu, sekolah ini tidak hanya mengandalkan metode pengasapan (fogging) yang bersifat sementara dan menggunakan bahan kimia, tetapi lebih memilih pendekatan alami dan berkelanjutan. Dengan memastikan tidak ada air yang tergenang di area sekolah, siklus hidup nyamuk dapat diputus secara efektif sejak dini, bahkan sebelum mereka sempat berubah menjadi larva.
Strategi yang diterapkan oleh pihak sekolah adalah dengan melakukan aksi bersihkan selokan secara berkala yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari staf kebersihan hingga partisipasi aktif para siswa. Selokan di area sekolah seringkali tersumbat oleh tumpukan sampah plastik, dedaunan kering, maupun sedimen tanah yang menebal. Jika dibiarkan, sumbatan ini akan menyebabkan aliran air terhenti dan menciptakan genangan yang menjadi sarang kuman dan serangga. Dengan pengawasan yang ketat dari manajemen sekolah, saluran pembuangan air dipastikan selalu dalam kondisi mengalir lancar ke arah drainase utama kota.
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap akhir pekan atau dalam momen kerja bakti bulanan yang dikemas dengan cara yang menyenangkan. Di SMPN 73 Jakarta, para siswa diajarkan untuk memahami hubungan antara kebersihan selokan dengan kesehatan mereka sendiri. Guru-guru seringkali memberikan edukasi praktis mengenai biologi nyamuk di sela-sela aktivitas pembersihan, sehingga kegiatan fisik ini juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Siswa menjadi lebih peka terhadap titik-titik rawan genangan, seperti di bawah pot tanaman, area bak kontrol, hingga sisa-sisa botol minuman yang tidak sengaja terbuang.
Dampak positif dari kedisiplinan ini sangat terasa pada statistik kesehatan warga sekolah. Angka kasus penyakit demam berdarah (DBD) dan malaria di lingkungan sekolah ini tercatat berada pada titik terendah. Selain itu, bau tidak sedap yang biasanya muncul dari selokan yang kotor kini sudah tidak ada lagi, membuat udara di sekitar sekolah menjadi lebih segar dan nyaman untuk dihirup. Kebersihan selokan juga berdampak pada daya tahan infrastruktur bangunan sekolah, karena air hujan dapat langsung dialirkan dengan sempurna tanpa menyebabkan rembesan pada dinding atau fondasi gedung.