Kakawin Nagarakretagama 1365: Dokumentasi Awal Nama Kalimantan oleh Majapahit

Salah satu dokumen paling penting dalam sejarah Nusantara adalah Kakawin Nagarakretagama, yang ditulis pada tahun 1365 oleh Mpu Prapanca. Naskah kuno ini, yang dikenal juga sebagai Kakawin Nagarakretagama, bukan hanya menguraikan kejayaan Majapahit tetapi juga memberikan dokumentasi awal mengenai nama Kalimantan. Ini adalah bukti tertulis yang krusial tentang eksistensi nama tersebut pada abad ke-14.

Dalam Kakawin Nagarakretagama, Mpu Prapanca secara eksplisit menyebutkan “Tanjungnagara” atau “Tanjungpura” sebagai salah satu wilayah bawahan Majapahit yang terletak di pulau besar di utara Jawa. Meskipun tidak secara langsung menggunakan nama “Kalimantan” dalam konteks modern, deskripsi geografisnya merujuk pada pulau yang kini kita kenal. Ini menunjukkan kesadaran Majapahit akan wilayah tersebut.

Lebih jauh, para ahli sejarah dan filologi menafsirkan bahwa beberapa nama tempat yang disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama di wilayah “Tanjungnagara” mengacu pada daerah-daerah di Kalimantan. Ini termasuk Barito, Sambas, dan Kotawaringin, yang semuanya merupakan bagian integral dari pulau ini. Pengaitan ini memperkuat klaim bahwa Majapahit sudah mengenal wilayah tersebut.

Pentingnya dokumen ini sebagai dokumentasi awal nama Kalimantan terletak pada konteks historisnya. Pada abad ke-14, Majapahit merupakan kerajaan maritim yang sangat kuat, dengan jangkauan kekuasaan yang luas. Penyebutan wilayah ini dalam naskah resmi kerajaan menunjukkan bahwa Kalimantan sudah menjadi bagian dari peta politik dan perdagangan Nusantara pada masa itu.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa nama “Kalimantan” dalam bentuknya yang sekarang mungkin belum sepenuhnya baku pada masa Majapahit. Evolusi nama suatu tempat adalah proses yang panjang dan kompleks. Namun, Kakawin Nagarakretagama memberikan landasan kuat untuk menelusuri jejak historis penamaan pulau ini.

Penemuan dan penerjemahan Kakawin Nagarakretagama oleh para sarjana modern telah membuka wawasan baru tentang geografi historis Nusantara. Naskah ini tidak hanya menguraikan struktur politik Majapahit tetapi juga menyajikan informasi berharga tentang wilayah-wilayah di luar Jawa, termasuk Kalimantan.

Oleh karena itu, Kakawin Nagarakretagama berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan masa lalu dengan pemahaman kita tentang asal-usul nama Kalimantan. Ini adalah salah satu bukti tertulis tertua yang mengindikasikan keberadaan dan pengakuan terhadap pulau ini dalam konteks sejarah yang lebih luas.