Kreativitas Tanpa Batas! SMP Negeri 73 Jakarta Ajak Siswa Membuat Origami Hewan Lucu

Seni melipat kertas atau yang dikenal sebagai origami bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang di sekolah. Di SMP Negeri 73 Jakarta, kegiatan ini diangkat menjadi sarana untuk mengasah keterampilan motorik halus, kesabaran, dan kemampuan konsentrasi siswa. Dalam sebuah sesi kreatif yang bertajuk “Kreativitas Tanpa Batas”, pihak sekolah mengajak para siswa untuk membuat berbagai bentuk origami hewan yang lucu, mulai dari bangau, kelinci, hingga kodok yang bisa melompat.

Kegiatan ini menjadi sangat menarik karena melibatkan teknik melipat yang presisi. Setiap lipatan kertas menuntut fokus yang tinggi, di mana kesalahan kecil saja bisa mengubah bentuk akhir dari sebuah figur. Proses inilah yang sebenarnya menjadi nilai utama bagi perkembangan otak remaja. Ketika siswa diajak untuk berkonsentrasi mengikuti instruksi tahap demi tahap, mereka secara tidak langsung sedang melatih ketajaman kognitif. Selain itu, hewan yang dihasilkan menjadi bentuk kebanggaan tersendiri bagi siswa karena mereka mampu menciptakan sesuatu yang indah hanya dari selembar kertas polos.

SMP Negeri 73 Jakarta percaya bahwa pendidikan di bangku SMP tidak boleh hanya berkutat pada buku teks dan angka-angka. Ruang bagi ekspresi diri melalui seni sangatlah krusial untuk menjaga kesehatan mental siswa di tengah tekanan tugas-tugas pelajaran yang padat. Dengan membuat origami, siswa diajak untuk sejenak melupakan stres, memfokuskan pikiran pada aktivitas tangan, dan merasakan kepuasan batin saat melihat hasil karya mereka berbentuk nyata. Ini adalah bentuk terapi relaksasi yang sangat sehat bagi para remaja yang aktif dan energik.

Kegiatan kreativitas ini juga mendorong interaksi sosial di antara siswa. Saat mereka kesulitan melipat bagian tertentu, teman di sebelahnya akan membantu, sehingga tercipta suasana kolaborasi yang hangat. Guru seni yang memandu kegiatan ini memberikan kebebasan bagi siswa untuk berimprovisasi dengan warna dan ukuran kertas yang berbeda-beda. Kebebasan inilah yang membuat hasil akhir origami masing-masing siswa menjadi unik dan personal, mencerminkan kepribadian mereka yang beragam.