Di tengah dominasi gawai dan permainan digital yang cenderung membuat siswa kurang bergerak, upaya menggiatkan kembali olahraga fisik sangat diperlukan. Kurangnya aktivitas gerak dapat berdampak pada penurunan kebugaran tubuh serta kurangnya interaksi sosial secara langsung antar sesama teman. Langkah pelestarian budaya ditempuh SMPN 73 Jakarta dengan mempopulerkan kembali ragam permainan tradisional sebagai sarana olahraga menyenangkan yang menyehatkan fisik dan mental siswa.
Kegiatan olahraga jam istirahat dan kelas penjaskes diisi dengan permainan seperti bentengan, egrang, gobak sodor, dan bakiak. Aktivitas permainan tradisional ini menuntut gerakan lari, kelincahan, serta koordinasi tubuh yang efektif membakar kalori dan menguatkan otot. Siswa bergerak aktif dengan gembira tanpa merasa dibebani oleh target olahraga yang kaku.
Selain manfaat kesehatan fisik, kegiatan ini menjadi sarana ampuh untuk melatih kerja sama tim, strategi, dan komunikasi antar-siswa. Nilai kebersamaan dalam permainan tradisional mengikis sikap individualistis akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Siswa belajar menghargai aturan main, bersikap sportif, dan menerima kekalahan dengan lapang dada.
Pelestarian budaya lokal ini juga menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap warisan tradisi nenek moyang bangsa Indonesia. Melalui kepopuleran permainan tradisional, siswa menyadari bahwa hiburan yang menyenangkan tidak selalu membutuhkan perangkat elektronik mahal. Hubungan pertemanan di sekolah menjadi lebih akrab, hangat, dan berwarna.
Festival permainan rakyat digelar sekolah secara berkala untuk memperebutkan piala bergilir antar-kelas. Kepopuleran permainan tradisional terbukti menurunkan tingkat stres siswa di sela-sela padatnya rutinitas jam belajar akademis. Kebugaran tubuh yang terjaga baik berdampak positif pada stamina siswa saat mengikuti pembelajaran di kelas.
Inisiatif sederhana ini terbukti berhasil menciptakan iklim sekolah yang ceria, sehat, dan kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Penggabungan olahraga dan budaya menjadi solusi tepat dalam menjaga kesehatan fisik serta karakter sosial generasi muda. Tradisi permainan nusantara tetap lestari di tengah gempuran era modernisasi.